-
kubutambahan@bulelengkab.go.id
Kecamatan Kubutambahan

Pertemuan Rutin WHDI Kabupaten Buleleng Bahas Program Sosial, Keagamaan, dan Peningkatan Kapasitas Anggota

Admin kubutambahan | 14 September 2026 | 41 kali

BULELENG – Anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kecamatan Kubutambahan, Komang Sri Astini dan Ni Made Sudiasih, menghadiri kegiatan pertemuan rutin dan arisan WHDI Kabupaten Buleleng yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua WHDI Kabupaten Buleleng dan dihadiri oleh perwakilan WHDI dari berbagai kecamatan di Kabupaten Buleleng. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi organisasi sekaligus menyampaikan berbagai agenda kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan.

Dalam arahannya, Ketua WHDI Kabupaten Buleleng mengharapkan seluruh anggota WHDI Kecamatan dapat lebih aktif mengikuti setiap kegiatan organisasi serta menggunakan seragam WHDI sebagai bentuk identitas dan kebersamaan organisasi. Disampaikan pula bahwa WHDI merupakan wadah organisasi yang diakui oleh pemerintah dalam mendukung berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada pertemuan tersebut turut dibahas sejumlah rencana kegiatan dalam rangka menyambut akhir tahun dan Hari Ibu, di antaranya kegiatan camping WHDI, bazar bersama, lomba membuat canang sari dan kuangen, serta kegiatan Parenting Education berupa cerdas cermat pada akhir tahun.

Untuk kegiatan bazar bersama yang direncanakan berlangsung mulai bulan Oktober hingga awal November, pelaksanaannya akan dilakukan secara bergilir di setiap kecamatan. Kegiatan tersebut akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di masing-masing wilayah sebagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. UMKM binaan kecamatan tersebut juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan tahun 2027, seperti Buleleng Festival dan kegiatan lainnya.

Terkait kegiatan camping, WHDI Kecamatan diminta segera melakukan pendataan peserta dan pendaftaran agar WHDI Kabupaten Buleleng dapat mempersiapkan kebutuhan logistik serta menentukan lokasi kegiatan secara matang.

Selain itu, WHDI Kabupaten Buleleng juga mengajak WHDI Kecamatan untuk membuat video kebersamaan dengan mengenakan busana kebaya bersama WHDI Kabupaten yang akan mengambil lokasi di Titik Nol Singaraja sebagai bentuk promosi dan penguatan eksistensi organisasi.

Ketua WHDI Kabupaten Buleleng juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif anggota dalam kegiatan keagamaan, seperti menghadiri pelaksanaan yadnya dan upacara di pura-pura, termasuk kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan pura serta ngayah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari laporan aktivitas WHDI dalam menjalankan peran sosial dan keagamaan di masyarakat.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas anggota, WHDI Kabupaten Buleleng yang sebelumnya telah memperoleh pelatihan di tingkat provinsi, seperti latihan Gong dan Tari Rejang, akan menindaklanjuti dengan memberikan pelatihan serupa kepada anggota WHDI Kecamatan. Hasil pelatihan tersebut nantinya diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan sosialisasi mengenai tata cara pembuatan dan penggunaan kuangen serta edukasi mengenai makna dan filosofi kuangen dalam pelaksanaan upacara keagamaan Hindu. Materi disampaikan oleh anggota WHDI Kabupaten Buleleng bersama Penyuluh Agama Kabupaten Buleleng dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, WHDI Kabupaten Buleleng akan mengundang WHDI Kecamatan melalui pertemuan daring (Zoom Meeting) untuk memberikan informasi lebih lanjut terkait berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan.