Kubutambahan – Camat Kubutambahan I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra mendampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dalam rangkaian kegiatan peninjauan penerima bantuan bedah rumah dan penyerahan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Buleleng, Sabtu, 7 Nopember 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, pimpinan perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Buleleng, para camat se-Kabupaten Buleleng, serta para perbekel.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan dua warga penerima bantuan bedah rumah melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, yakni Gede Rediasa dan Made Manis. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tempat tinggal penerima sekaligus memastikan bantuan perumahan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selanjutnya, rombongan menuju Kantor Camat Kubutambahan untuk mengikuti penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat dan kelompok penerima yang terdampak bencana maupun musibah. Kegiatan diawali dengan sambutan Bupati Buleleng, dilanjutkan sambutan Wakil Gubernur Bali, kemudian penyerahan bantuan.
Dalam sambutannya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Buleleng, khususnya warga terdampak bencana dan masyarakat yang masih membutuhkan hunian layak. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal serta mendukung pemulihan kehidupan dan perekonomian keluarga penerima.
Bupati juga menyampaikan harapan agar perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat dapat terus berlanjut melalui dukungan program Pemerintah Provinsi Bali pada tahun anggaran mendatang. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan bahwa pemerintah harus hadir secara nyata ketika masyarakat mengalami musibah. Penanganan bencana, menurutnya, tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan awal, tetapi juga perlu disertai langkah pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dan memulihkan kondisi perekonomiannya.
Beliau juga menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa dalam mempercepat penanganan berbagai persoalan masyarakat. Para camat dan perbekel diharapkan aktif melakukan pendataan serta segera melaporkan kejadian bencana maupun kondisi warga yang membutuhkan perhatian pemerintah melalui mekanisme koordinasi BPBD.
Selain penanganan bencana, Wakil Gubernur Bali turut menyoroti pentingnya program bedah rumah yang memperhatikan standar kelayakan hunian. Rumah yang dibangun atau direhabilitasi diharapkan memenuhi kebutuhan dasar penghuni sehingga dapat menjadi tempat tinggal yang sehat, aman, dan nyaman. Seluruh pihak terkait juga diminta mengawal pelaksanaan program agar bantuan tersalurkan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Usai penyerahan bantuan sosial, rombongan melanjutkan kunjungan dengan meninjau Pura Alit Adat Penarukan di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. Tempat suci tersebut tercatat memperoleh rekomendasi bantuan sebesar Rp35 juta untuk penanganan kerusakan enam unit pelinggih dan dua unit patung Telaga akibat kebakaran.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sinergi dalam penanganan bencana, pemulihan ekonomi masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan hunian layak. Kehadiran Camat Kubutambahan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah kecamatan terhadap koordinasi dan pelaksanaan program bantuan pemerintah agar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.