Buleleng — Mewakili Camat Kubutambahan, Kepala Seksi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) Kubutambahan, Made Widiarta, menghadiri Focus Group Discussion (FGD)/Forum Diskusi Pembahasan Laporan Antara Penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi di Kabupaten Buleleng, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Buleleng, Lantai III Pasar Banyuasri, Kelurahan Banyuasri, tersebut diselenggarakan dalam rangka penyempurnaan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng. Agenda FGD secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M. Kegiatan ini merupakan pembahasan laporan antara kajian peta potensi investasi dan diikuti unsur perangkat daerah, kecamatan, BPS, serta Tim Pelaksana Swakelola Tipe II Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Dalam sambutannya, Ketut Suwarmawan menyampaikan bahwa laporan antara menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan kajian hingga tahap akhir. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan dalam mengidentifikasi dan memetakan potensi investasi yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan pengembangan investasi di Kabupaten Buleleng.
Pemaparan laporan antara disampaikan oleh Ketua Tim Pelaksana Swakelola Tipe II Undiksha, Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si. Dalam paparannya dijelaskan bahwa laporan sementara menggunakan data makro Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai salah satu dasar analisis untuk menentukan sektor dan peluang investasi di Kabupaten Buleleng.
Kajian tersebut memiliki dua fokus utama. Pertama, menentukan peluang investasi yang dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membuka dan memperluas kesempatan kerja. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan dokumen data yang mampu memberikan gambaran mengenai peluang investasi sehingga dapat menjadi informasi bagi calon investor dalam menentukan pilihan investasinya.
Kedua, menentukan peluang investasi daerah berdasarkan analisis makro terhadap sektor-sektor unggulan. Dalam pemaparan digunakan antara lain Analisis Location Quotient (LQ) dan Analisis Shift Share (SS) untuk melihat sektor unggulan serta daya saing sektor di Kabupaten Buleleng.
Hasil analisis sementara menunjukkan terdapat sejumlah sektor unggulan berdasarkan analisis LQ, dengan sektor pendidikan menjadi salah satu sektor yang memiliki nilai LQ paling tinggi. Sementara itu, analisis Shift Share digunakan untuk melihat sektor yang memiliki daya saing relatif tinggi di Kabupaten Buleleng, termasuk sektor pertanian.
Selain sektor-sektor tersebut, hasil kajian juga mengidentifikasi kandidat sektor unggulan yang berkaitan dengan jasa, pengelolaan, serta penyediaan makanan. Hasil sementara ini selanjutnya akan menjadi bahan pendalaman melalui forum diskusi di tingkat wilayah agar data yang digunakan dalam kajian semakin menggambarkan kondisi dan potensi riil di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, Tim Pelaksana mengarahkan pelaksanaan FGD di wilayah Buleleng Barat pada 11 September 2026 dan dilanjutkan di wilayah Buleleng Timur. Camat diharapkan dapat melibatkan para Perbekel dalam forum tersebut untuk bersama-sama mengidentifikasi potensi serta peluang investasi yang terdapat di masing-masing wilayah.
Melalui proses tersebut, penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi di Kabupaten Buleleng diharapkan menghasilkan dokumen yang tidak hanya berbasis data makro, tetapi juga mampu menggambarkan kondisi dan potensi aktual di lapangan. Dengan demikian, dokumen kajian dapat menjadi salah satu bahan informasi yang lebih konkret dalam mendorong masuknya investasi, meningkatkan PAD, membuka lapangan kerja, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.