Kubutambahan — Pemerintah Kecamatan Kubutambahan mendukung upaya pemetaan potensi investasi daerah sebagai langkah memperkuat pengembangan ekonomi berbasis potensi wilayah dan desa. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng Tingkat Kecamatan Wilayah Timur di Ruang Rapat Kantor Camat Kubutambahan, Jumat (11/9/2026).
Mewakili Camat Kubutambahan, Sekretaris Camat Kubutambahan I Nyoman Budiarsana, S.H. membuka kegiatan yang menjadi bagian dari proses pengumpulan data potensi investasi Kabupaten Buleleng. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai tim pelaksana kajian.
Dalam kesempatan tersebut, Sekcam Kubutambahan menekankan pentingnya pemetaan potensi wilayah yang dilakukan secara rinci hingga tingkat desa. Data yang akurat dinilai penting agar potensi lokal tidak hanya teridentifikasi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang investasi yang realistis dan sesuai dengan karakteristik wilayah.
FGD diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan dan desa, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Buleleng, BRIDA Kabupaten Buleleng, serta Tim Pelaksana dari Undiksha. Selain Kubutambahan, kegiatan juga melibatkan Kecamatan Sawan dan Tejakula sebagai bagian dari wilayah timur Kabupaten Buleleng.
Ketua Tim Pelaksana dari Undiksha, Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si., memaparkan tahapan kajian yang saat ini berfokus pada penggalian data kewilayahan. Informasi dari pemerintah kecamatan dan desa diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih spesifik mengenai potensi ekonomi, peluang investasi, maupun kendala pengembangan di masing-masing wilayah.
Bagi Kecamatan Kubutambahan, proses tersebut menjadi kesempatan untuk menginventarisasi berbagai potensi unggulan desa, baik pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, industri lokal, kerajinan, maupun sektor lain yang memiliki peluang untuk dikembangkan.
Selain mengidentifikasi potensi, forum juga diarahkan untuk menggali bentuk peluang investasi yang dapat dikembangkan, seperti hilirisasi produk unggulan, penguatan rantai pasok, kemitraan usaha, pengembangan UMKM, serta pemanfaatan potensi pariwisata berbasis karakteristik lokal.
Berbagai hambatan yang masih dihadapi dalam pengembangan investasi turut dibahas, mulai dari kesiapan infrastruktur, tata ruang dan lahan, perizinan, sumber daya manusia, kelembagaan desa, akses modal, hingga aspek lingkungan hidup.
Melalui FGD tersebut, Pemerintah Kecamatan Kubutambahan berharap potensi desa dapat terpetakan secara lebih jelas dan menjadi bagian dari basis data investasi Kabupaten Buleleng. Data yang dihimpun selanjutnya akan digunakan dalam penyusunan profil sektor unggulan, peta spasial, serta bahan promosi investasi daerah.
Para peserta juga diminta melengkapi data potensi desa melalui formulir yang telah disiapkan tim pelaksana. Surat undangan resmi BRIDA menegaskan para Perbekel diminta hadir tanpa mewakilkan dengan membawa data potensi desa sebagai bahan pengayaan kajian.
Dengan pemetaan yang lebih terarah, Kecamatan Kubutambahan diharapkan memiliki gambaran yang semakin kuat mengenai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi peluang investasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.