-
kubutambahan@bulelengkab.go.id
Kecamatan Kubutambahan

Kecamatan Kubutambahan Hadiri Rembuk Stunting Desa Pakisan Tahun 2026

Admin kubutambahan | 03 Juni 2026 | 55 kali

Pakisan – Mewakili Camat Kubutambahan, Kasi Pembangunan Kecamatan Kubutambahan, I Ngurah Semarajaya Seputra, bersama staf menghadiri kegiatan Rembuk Stunting Desa Pakisan yang dilaksanakan di Kantor Perbekel Pakisan pada Rabu, 3 Juni 2026.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pakisan dan dihadiri oleh Perbekel Pakisan, perangkat desa, para Kepala Dusun, pendamping Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), perwakilan Puskesmas Kubutambahan II, Bidan Desa Pakisan, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), pendamping lokal desa, guru TK dan SD, serta Bhabinkamtibmas Desa Pakisan.

Rembuk stunting merupakan forum musyawarah desa untuk membahas langkah-langkah pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu. Melalui kegiatan ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menyusun program yang tepat sasaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Pakisan.

Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa pelayanan Posyandu dan kegiatan pendampingan kesehatan di Desa Pakisan menyasar beberapa kelompok, yaitu:

1. Remaja putri sebanyak 64 orang.

2. Calon pengantin sebanyak 1 orang.

3. Ibu hamil dan ibu nifas sebanyak 15 orang.

4. Ibu melahirkan dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK).

5. Anak usia 0–59 bulan sebanyak 146 orang.


Berdasarkan hasil rembuk, upaya pencegahan stunting akan dilaksanakan melalui lima pilar utama, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), keamanan dan ketertiban, serta bidang sosial.

Kasi Pembangunan Kecamatan Kubutambahan menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, lembaga desa, kader Posyandu, tenaga pendidik, dan unsur masyarakat dalam mencegah stunting sejak dini.

“Pencegahan stunting memerlukan komitmen bersama dan pelaksanaan program yang berkelanjutan. Setiap pihak memiliki peran penting, mulai dari edukasi kesehatan, pemenuhan gizi, peningkatan sanitasi, hingga pendampingan keluarga yang berisiko stunting,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting Desa Pakisan, diharapkan program pencegahan stunting dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.