-
kubutambahan@bulelengkab.go.id
Kecamatan Kubutambahan

Camat Kubutambahan Hadiri Workshop Desain Aktivasi Desa Kreatif di Desa Bengkala

Admin kubutambahan | 05 November 2026 | 75 kali

BENGKALA – Camat Kubutambahan I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra menghadiri Workshop Desain dalam rangka Aktivasi Desa Kreatif yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Direktorat Arsitektur dan Desain, Kamis (5/11/2026), bertempat di Kantor Perbekel Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan dasar desain bagi masyarakat desa, khususnya para pelaku ekonomi kreatif, dalam mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah, identitas yang kuat, serta daya saing di pasar. Hadir Anggota DPRD Kabupaten Buleleng Kadek Sumardika, Perbekel Desa Bengkala, dan Peserta Workshop.

Kehadiran Camat Kubutambahan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah kecamatan terhadap upaya pengembangan potensi desa melalui penguatan kreativitas dan inovasi masyarakat. Desa Bengkala dinilai memiliki kekayaan budaya dan keunikan lokal yang berpeluang dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi kreatif sekaligus daya tarik pariwisata.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng yang diwakili Kepala Bidang Pemasaran, Gede Angga Prasaja menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Desa Bengkala melalui penyelenggaraan workshop tersebut.

Menurutnya, Desa Bengkala memiliki karakteristik budaya yang khas, salah satunya keberadaan komunitas Kolok beserta tradisi dan kearifan lokal masyarakatnya. Keunikan tersebut tidak hanya menjadi warisan budaya yang perlu dijaga kelestariannya, tetapi juga menyimpan peluang untuk dikembangkan menjadi potensi ekonomi kreatif dan pariwisata.

Kabid Gede Angga berharap, melalui kegiatan workshop ini, masyarakat dapat mengembangkan potensi lokal dengan pendekatan kreativitas, inovasi, dan desain yang lebih menarik. Pengembangan desa kreatif juga perlu diarahkan pada penguatan identitas produk, peningkatan nilai ekonomi, perluasan peluang pasar, serta keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama masyarakat sebagai pihak yang secara langsung mengelola potensi dan menghasilkan produk maupun jasa.

Selama ini, masyarakat telah memiliki berbagai produk dan layanan yang berpotensi dikembangkan. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal tampilan produk, desain kemasan, serta penyusunan cerita atau storytelling yang mampu memperkuat identitas dan daya tarik produk. Oleh karena itu, workshop ini menghadirkan materi mengenai dasar-dasar desain komunikasi visual, pengembangan kemasan produk, dan penyusunan storytelling sebagai upaya meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk lokal.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Dr. Ni Luh Desi In Diana Sari, S.Sn., M.Sn., yang memberikan materi dan diskusi terkait pengembangan desain. Melalui pendampingan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung dalam pengembangan produk kreatif di Desa Bengkala.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan cenderamata kepada sejumlah unsur yang hadir, di antaranya perwakilan DPRD Kabupaten Buleleng, ISI Bali, Camat Kubutambahan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, serta Perbekel Bengkala. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk penguatan sinergi antarpemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengembangan Desa Bengkala sebagai desa kreatif tidak berhenti pada pelaksanaan workshop semata, tetapi dapat dilanjutkan dengan pendampingan, penguatan identitas dan branding produk, serta promosi dan pemasaran. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, akademisi, komunitas kreatif, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata yang berkelanjutan.

Pemerintah Kecamatan Kubutambahan berharap potensi dan keunikan Desa Bengkala dapat terus dikembangkan secara optimal, sehingga tidak hanya menjadi kebanggaan budaya masyarakat, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.