Buleleng – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja turut diwarnai dengan upaya pelestarian nilai dan budaya khas Buleleng melalui penyelenggaraan Lomba Ngelawar. Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng tersebut berlangsung di halaman Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Minggu (29/3).
Dalam lomba tersebut, Kecamatan Kubutambahan turut berpartisipasi dengan mengirimkan perwakilan staf, yakni Ketut Suardika, Made Giri Suyasa, Komang Tunas Candra Wirawan, Made Ollanda Cahayanisa, dan Komang Leni Sawitri.
Lomba Ngelawar merupakan kompetisi memasak kuliner tradisional khas Bali, yaitu lawar, yang terbuat dari campuran daging, sayur, dan bumbu khas Bali. Dalam perlombaan ini, peserta diwajibkan menyajikan lawar merah dan lawar putih, serta dapat menambahkan variasi lain seperti lawar selem, gedang, blimbing, klungah, paku, nangka, maupun kacang panjang. Adapun bahan utama yang digunakan umumnya berupa daging babi.
Ketentuan lomba mengharuskan seluruh proses pengolahan bahan (mebat) dilakukan di lokasi lomba. Peserta juga tidak diperkenankan menggunakan penyedap kimia, dan hasil masakan disajikan dalam bentuk prasmanan. Penilaian dilakukan oleh tim juri berdasarkan beberapa aspek, yakni cita rasa, kreativitas dan teknik, kebersihan (higienitas), serta kekompakan tim.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Kubutambahan I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra hadir langsung memberikan dukungan. Ia didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Kubutambahan Ny. Wahyu Hirma Arya Lanang, serta para pejabat struktural dan staf.
Setelah melalui proses lomba selama kurang lebih tiga jam dan penilaian oleh tim juri, Kecamatan Kubutambahan berhasil meraih Juara II dengan total nilai 254. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terus melestarikan kuliner tradisional Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan semangat gotong royong.