-
kubutambahan@bulelengkab.go.id
Kecamatan Kubutambahan

Pameran Kawisesan di Museum Soenda Ketjil Angkat Lontar sebagai Warisan Budaya Bali

Admin kubutambahan | 20 Oktober 2026 | 63 kali

BULELENG – Kecamatan Kubutambahan menghadiri pembukaan Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” atau Kawisesan sebagai Warisan Budaya Masyarakat Bali yang diselenggarakan oleh UPTD Gedong Kirtya Kabupaten Buleleng di Museum Soenda Ketjil, kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Selasa (20/10/2026). Kecamatan Kubutambahan diwakili oleh staf Made Sudiasih yang hadir mewakili Kasi Sosial dan Budaya (Sosbud).

Pameran yang berlangsung pada 20 hingga 26 Oktober 2026 ini merupakan upaya memperkenalkan, melestarikan, dan memanfaatkan pengetahuan budaya yang tersimpan dalam koleksi lontar Gedong Kirtya sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Bali.

Pembukaan pameran ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Kepala UPTD Gedong Kirtya, serta Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Buleleng.

Pameran ini bertujuan memperkenalkan pengetahuan tentang seni, budaya, dan kawisesan yang tertuang dalam lontar koleksi Gedong Kirtya. Pengetahuan tersebut merupakan bagian dari kekayaan intelektual dan kearifan lokal masyarakat Bali yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan serta perlu dipahami dan dimanfaatkan secara bijaksana.

Sejumlah koleksi ditampilkan dalam pameran ini, di antaranya Lontar Piwelas, Lontar Pengiwe, Lontar Pengujanan, Lontar Penerangan, Lontar Pematuh Agung, keris, serta lontar pekakas atau jimat. Koleksi lainnya juga dipamerkan sesuai dengan aspek dan keterkaitannya dengan tema Kawisesan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal tradisi dan pengetahuan lokal Bali serta memahami nilai-nilai budaya adiluhung yang diwariskan secara turun-temurun. Pameran ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lontar sebagai sumber pengetahuan dan dokumentasi kebudayaan Bali.

Pameran Kawisesan terbuka untuk kunjungan masyarakat dalam dua sesi, yaitu pukul 08.00 hingga 13.00 WITA dan pukul 17.00 hingga 22.00 WITA. Masyarakat dapat mengunjungi Museum Soenda Ketjil selama periode pameran untuk melihat secara langsung beragam koleksi yang ditampilkan.

Penyelenggaraan pameran ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap warisan pengetahuan lokal Bali sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya. Dengan pengenalan dan pemanfaatan yang tepat, nilai-nilai budaya yang tersimpan dalam koleksi lontar diharapkan tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.