Buleleng – Mewakili Camat Kubutambahan, Kasi Trantib Kecamatan Kubutambahan Made Sukanatha menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Selasa (14/7/2026), bertempat di Ruang Rapat Kantor BPBD Kabupaten Buleleng.
Rakor dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng I Gede Suyasa, SP, yang menyampaikan pentingnya langkah antisipasi terhadap potensi dampak musim kemarau, seperti kekeringan lahan pertanian, krisis air bersih, serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa Kabupaten Buleleng memiliki 29 desa rawan kekeringan, dengan 5 desa berada di wilayah Kecamatan Kubutambahan. Untuk itu, Pemerintah Kecamatan bersama pemerintah desa diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi, pemberdayaan Satgas Kencana, pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), serta peningkatan peran relawan kebencanaan.
BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali juga mendorong penguatan mitigasi melalui pendataan wilayah rawan, kesiapan sarana prasarana distribusi air bersih, sosialisasi kepada masyarakat, serta peningkatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau.
Rapat koordinasi turut dihadiri oleh perangkat daerah dan instansi terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Pemadam Kebakaran, Dinas PUPR dan Perkim, PMI Kabupaten Buleleng, serta unsur terkait lainnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Kubutambahan berkomitmen memperkuat sinergitas bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh unsur terkait dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan, khususnya dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.