Kubutambahan – Staf Kecamatan Kubutambahan mengikuti pelatihan Data Driven Decision Making sebagai upaya meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengelolaan data dan pengambilan keputusan berbasis data. Pelatihan dilaksanakan secara daring selama dua hari, 19–20 Mei 2025, dan diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Komdigi Yogyakarta.
Pemerintah Kabupaten Buleleng menugaskan sebanyak 42 ASN dari seluruh perangkat daerah untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi, Dr. Ir. Nur Izza. Sebelum pembukaan, laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan Kepala BPSDMP Komdigi Yogyakarta selaku ketua panitia, Dr. Anton Susanto.
Dalam laporannya, Anton Susanto menyampaikan bahwa pelatihan Data Driven Decision Making diikuti lebih dari seribu peserta dari berbagai daerah. “Peserta pelatihan terdiri dari perwakilan Provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Bali. Dari Bali sendiri meliputi Kabupaten Buleleng, Kabupaten Tabanan, dan Kota Denpasar,” ujarnya.
Beliau menambahkan, pelatihan ini dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan ASN mengelola data secara sistematis di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurutnya, kemampuan pengolahan data menjadi hal penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan berbasis bukti. Tingginya jumlah peserta pada pelatihan angkatan pertama menunjukkan tingginya antusiasme serta kebutuhan ASN terhadap kompetensi tersebut.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi, Dr. Ir. Nur Izza, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional ASN Digital Optimal yang akan terus didorong hingga tahun 2029.
Program tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas ASN melalui profiling ASN dan rekognisi pembelajaran berbasis kompetensi digital, baik bagi ASN di bidang teknologi informasi maupun ASN yang pekerjaannya berkaitan dengan sistem digital.
“Pelatihan ini menjadi bagian dari rekognisi pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi ASN dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi yang semakin pesat,” katanya.
Melalui pelatihan ini, ASN diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan berbasis data sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.