-
kubutambahan@bulelengkab.go.id
Kecamatan Kubutambahan

Kecamatan Kubutambahan Ikuti Rapat Persiapan Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Bali Tahun 2026

Admin kubutambahan | 13 Agustus 2026 | 54 kali

Buleleng, 13 Agustus 2026 – Seksi Sosial dan Budaya (Sosbud) Kecamatan Kubutambahan menghadiri rapat persiapan Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali yang diselenggarakan oleh UPTD Gedong Kirtya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, bertempat di Wantilan Sasana Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.

Rapat tersebut diikuti oleh perwakilan dari 9 kecamatan se-Kabupaten Buleleng dan dibuka langsung oleh Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, S.S., M.Hum. Kegiatan membahas persiapan teknis pelaksanaan lomba yang mengangkat tema “Penguatan Jati Diri dalam Upaya Memperkuat Identitas Bangsa” dengan subtema “Lestarilah Budayaku”.

Lomba dijadwalkan berlangsung pada 16 September 2026 dengan sejumlah cabang lomba yang menitikberatkan pada pelestarian tradisi dan budaya Bali. Dalam rapat, dewan juri masing-masing cabang lomba turut memberikan pemaparan mengenai ketentuan dan kriteria penilaian.

Dua jenis lomba yang dibahas antara lain Lomba Membuat Wayang dan Lomba Prasi. Lomba Membuat Wayang diperuntukkan bagi peserta usia 15–25 tahun, dengan satu peserta dari setiap kecamatan. Tema wayang yang dibuat adalah “Sahadewa”, dengan penilaian meliputi estetika, karakter wayang, model wayang Buleleng dan ukiran.

Sementara itu, Lomba Prasi diikuti satu peserta dari setiap kecamatan dengan usia maksimal 25 tahun, mengangkat tema “Sutasoma”. Penilaian meliputi kesesuaian tema, estetika, proporsi dan komposisi, makna filosofis gambar, serta ketuntasan gambar.

Peserta dari masing-masing kecamatan paling lambat didaftarkan pada 14 September 2026 kepada panitia di UPTD Gedong Kirtya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng. Sementara Technical Meeting dijadwalkan pada tanggal yang sama.

Melalui kegiatan ini, Kecamatan Kubutambahan turut mendukung upaya pelestarian tradisi dan budaya Bali sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan memperkuat identitas budaya daerah.