Tambakan — Dalam upaya memperkuat percepatan penurunan angka stunting, Pemerintah Desa Tambakan melaksanakan kegiatan Rapat Rembuk Stunting yang bertempat di Kantor Perbekel Desa Tambakan, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasi Pembangunan Kecamatan Kubutambahan, I Ngurah Semarajaya Seputra, bersama staf, serta berbagai unsur terkait, di antaranya Ketua BPD Desa Tambakan, Perbekel Tambakan, perangkat desa, para kepala dusun, pendamping PLKB, perwakilan Puskesmas Kubutambahan II, Bidan Desa Tambakan, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu Desa Tambakan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Rapat dibuka oleh Ketua BPD Desa Tambakan dan dilanjutkan dengan pemaparan kondisi serta capaian program pencegahan stunting yang telah dilaksanakan di wilayah desa. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa pelayanan Posyandu dan program intervensi stunting menyasar beberapa kelompok sasaran utama, yaitu: Remaja putri sebanyak 124 orang, Calon pengantin, Ibu hamil dan nifas sebanyak 29 orang, Ibu melahirkan dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebanyak 2 orang, dan Anak usia 0–59 bulan sebanyak 203 orang.
Melalui forum rembuk stunting ini, para peserta melakukan pembahasan dan penyepakatan berbagai langkah strategis guna meningkatkan efektivitas upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Tambakan. Hasil rembuk menghasilkan komitmen bersama untuk mengoptimalkan pelaksanaan program melalui pendekatan lintas sektor yang berpedoman pada lima pilar utama, yaitu:
1. Bidang Pendidikan, melalui peningkatan edukasi dan literasi kesehatan bagi masyarakat;
2. Bidang Kesehatan, melalui penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta pemantauan tumbuh kembang balita;
3. Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), melalui penyediaan sarana sanitasi dan akses air bersih yang memadai;
4. Bidang Keamanan dan Ketertiban, melalui dukungan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan masyarakat;
5. Bidang Sosial, melalui penguatan perlindungan sosial dan pemberdayaan keluarga berisiko stunting.
Kasi Pembangunan Kecamatan Kubutambahan, I Ngurah Semarajaya Seputra, menyampaikan bahwa keberhasilan pencegahan stunting memerlukan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, kader, maupun masyarakat. Oleh karena itu, hasil rembuk stunting diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan program dan kegiatan yang lebih terarah serta tepat sasaran.
Melalui sinergi dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Desa Tambakan optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.