-
kubutambahan@bulelengkab.go.id
Kecamatan Kubutambahan

CAMAT KUBUTAMBAHAN HADIRI RAKOR TEKNIS PERSIAPAN PAWAI BUDAYA HUT KE-422 KOTA SINGARAJA

Admin kubutambahan | 18 Februari 2026 | 73 kali

Buleleng, 18 Februari 2026 — Dalam rangka menyukseskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja, Camat Kubutambahan I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra bersama Kasi Sosial Budaya Kecamatan Kubutambahan Made Sukrapa menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Pawai Budaya yang akan menjadi puncak rangkaian perayaan pada 30 Maret 2026.

Rakor yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng ini dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta dibuka oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten I Setda Kabupaten Buleleng, Kabag Pemerintahan dan Pertanahan, perwakilan kecamatan se-Kabupaten Buleleng, serta para penggarap pawai dari masing-masing kecamatan.

Dalam arahannya, Asisten I Setda Kabupaten Buleleng menyampaikan bahwa rakor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah membagi konsep pawai menjadi 9 episode tematik. Pawai budaya akan dilaksanakan pada 30 Maret 2026 sebagai puncak peringatan HUT ke-422 Kota Singaraja dengan alokasi anggaran sebesar Rp50.000.000.

Adapun rute pawai dimulai dari Tamkot (Taman Kota Singaraja) dan berakhir di Pelabuhan Tua Buleleng, serta akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas selama pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan yowana (pemuda) juga diharapkan lebih dominan dalam setiap formasi sebagai wujud regenerasi dan kreativitas generasi muda.

Sementara itu, Kepala Bidang Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng menjelaskan teknis pelaksanaan pawai secara rinci. Pawai akan diawali dengan fragmentasi persembahan dari Sanggar Seni Manik Uttara. Formasi barisan terdiri atas pembawa papan nama, barisan gebogan (10 orang wanita), barisan pembawa uparengga (4 pasang), pakaian Deeng (2 pasang), serta pakaian khas Kecamatan Sawan (3 pasang).

Disampaikan pula bahwa apabila suatu kecamatan tidak memiliki busana khas, maka dapat menampilkan kesenian tradisional unggulan sebagai representasi identitas wilayah. Setiap formasi wajib dilengkapi dengan narasi untuk memperjelas makna dan pesan budaya yang disampaikan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kecamatan Kubutambahan memperoleh nomor urut 4 pada barisan tematik dengan garapan yang akan ditampilkan berjudul “Ki Barak Bertemu Dengan Panji Landung.” Durasi penampilan maksimal ditetapkan selama 15 menit, dihitung sejak pembawa papan nama hingga akhir garapan tematik. Pawai direncanakan dimulai pada pukul 13.00 WITA.

Beberapa penekanan teknis lainnya juga disampaikan, antara lain agar barisan gebogan menampilkan hasil kebun yang bervariasi sesuai potensi wilayah, serta pakaian khas etnis yang ditampilkan benar-benar mencerminkan kekhasan Kecamatan Kubutambahan. Dokumentasi kegiatan juga diminta dilakukan secara maksimal untuk kepentingan publikasi dan arsip daerah. Dua minggu sebelum pelaksanaan, akan kembali dilaksanakan rapat pemantapan bersama para penggarap pawai.

Melalui rakor ini, diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dan mempersiapkan penampilan terbaik guna menyukseskan perayaan HUT ke-422 Kota Singaraja sebagai momentum pelestarian budaya dan penguatan identitas daerah.