-
kubutambahan@bulelengkab.go.id
Kecamatan Kubutambahan

Camat Arya Lanang Hadiri Karya Nyalanang Wali di Pura Bale Agung Mengandang, Tekankan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Admin kubutambahan | 01 April 2026 | 97 kali

Pakisan – Camat Kubutambahan, I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra, menghadiri dan mengikuti persembahyangan bersama dalam rangkaian Upacara Dewa Yadnya Karya Nyalanang Wali yang diselenggarakan oleh Desa Adat Mengandang, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Rabu (1/4/2026).

Persembahyangan bersama tersebut dilaksanakan di Pura Bale Agung Desa Adat Mengandang dan dihadiri oleh Bupati Buleleng yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Buleleng, MDA Kabupaten Buleleng, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kubutambahan, Bendesa Alitan Kecamatan Kubutambahan, para Kelian Desa Adat se-Kecamatan Kubutambahan, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kabag Kesra Kabupaten Buleleng menyerahkan punia dari Bupati Buleleng yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Mengandang, I Wayan Sudiawan. Dalam sambutannya, Bendesa Adat Mengandang menyampaika ucapan terima kasih atas kehadiran para undangan yang telah mendukung terselenggaranya upacara/Upakara Karya Nyalanang Wali.

Pada kesempatan tersebut, Camat Kubutambahan I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra menyampaikan rasa syukur dapat turut serta mengikuti persembahyangan dalam upacara yang dilaksanakan setiap 35 tahun sekali tersebut.

Disamping itu, Camat Arya Lanang juga meminta pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali dan Bupati Buleleng. Beliau mengajak para Kelian Desa Adat untuk bersinergi dengan Desa Dinas dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut.

Selain itu, Camat Arya Lanang juga mendorong penyusunan awig-awig atau pararem terkait pengelolaan sampah berbasis sumber, guna memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Beliau menekankan pentingnya peran krama desa untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mengembangkan pengelolaan sampah mandiri, seperti pembuatan teba modern di lingkungan rumah tangga.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan kita mulai dari sumbernya tanpa mencemari wilayah lain. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi terjadinya bencana, kami berharap seluruh Krama desa dapat lebih peduli terhadap lingkungan dalam pengelolaan sampah ,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan upacara ini, diharapkan nilai-nilai Tri Hita Karana dapat terus terjaga, serta memperkuat adat, budaya, dan kearifan lokal di tengah masyarakat.